Bikin Merinding Bacanya...!!!! Kisah Menangisnya Sang Mempelai Pria Saat Malam Pertama, Sebuah Pelajaran Yang Sangat Berharga Buat Yang Belum Menikah
Waktu malam pertama? saya menangis, ? kata seorang rekan buka kisahnya pada kami. Kondisi enjoy mendadak beralih mendengar kalimat itu. Sebagian dari kami jadi tidak sabar menunggu kalimat selanjutnya. Mengapa seseorang pengantin pria menangis pada malam yang semestinya membahagiakan?
Mengapa anda menangis di waktu bahagia seperti itu?, ? pertanyaan salah seorang rekan mewakili ketidaksabaran kami.
Saya menangis karena terbebani fikiran, bagaimana caranya kembalikan hutang untuk resepsi siang tadi, ? jawaHIDIPKUbnya seraya mencertakanlebih lanjut tentang resepsi pernikahannya yang menelan biaya begitu besar sesaat kekuatan finansialnya terbatas. Keluarga terpaksa sekali berhutang.
Ada hikmah bernilai dari apa yang dihadapi rekanan saya ini. Lantaran tuntutan sosial, gengsi, atau hasrat agar hari pernikahan jadi momen istimewa, kita terjerat pada sikap terlalu berlebih waktu menyelenggarakan walimah atau resepsi pernikahan. Mulai dari undangan yang lux, gedung yang megah dan mahal, bahkan juga ditambah dengan hiburan. Walau sebenarnya pernikahan tetaplah istimewa walaupun walimahnya simpel. Yang bikin istimewa yakni akad nikahnya, janji sucinya, ikatan kuatnya, pergantian jalinan dua insan yang awal mulanya bukanlah mahram saat ini jadi sepasang suami istri.
Memperturutkan tuntutan sosial atau gengsi, sebagian orang selanjutnya ikhlas berhutang besar untuk satu buah resepsi pernikahan yang glamour. Mereka seperti beli kesenangan dengan membayarnya sepanjang bertahun-tahun ke depan. Hingga ada yang kepikiran seperti rekan tadi.
Ada juga yang karena ingin mengadakan resepsi yang mahal seperti itu, pada akhirnya ia tunda pernikahan sepanjang bertahun-tahun? Belum memiliki duit untuk walimah,? alasannya. Walau sebenarnya apabila ingin mencontoh keringanan yang dituntunkan Rasulullah pada banyak sahabatnya di Madinah, ia telah mampu. Bukankah pernah Rasulullah? menyapa? Abdurrahman bin Auf yang menikah tidak ada walimah? ? Adakanlah walimah walau cuma dengan menyembelih seekor kambing, ? sekian kurang lebih pesan Rasulullah pada sahabatnya yang pebisnis itu. Memanglah waktu itu Abdurrahman bin Auf baru tekuni usaha setelah pindah, namun ia adalah saudagar kaya semasa di Makkah. Dan tidak lama setelahnya ia juga kembali jadi kaya raya.
Rasulullah sendiri waktu menikah di Madinah juga simpel dalam walimah. Seperti diriwayatkan Imam Bukhari. ? Tidaklah saya saksikan bagaimana Rasulullah mengadakan walimah untuk istri beliau seperti yang saya saksikan waktu beliau menikah dengan Zainab, ? kata Anas bin Malik menceritakan walimah nan suci itu, ? Beliau menyembelih seekor kambing. ?
Jadi, menikah itu tidak mesti mahal. Tidak harus menyusahkan diri dengan berhutang banyak. Terlebih permasalahan mahar, di negeri ini bisa sangat dipermudah. Seperti Rasulullah telah mempermudah beberapa sahabatnya yang menikah. Yg tak memiliki banyak harta, Rasulullah cukup merekomendasikan mahar cincin, bahkan juga ada yang cincin besi. Yg tidak memiliki lagi, cukup mengajari istrinya hafalan Al Qur? an. Bukankah begitu mudah?
Dalam Islam, walimah itu yang terpenting yaitu i? lan-nya : pengumuman sampai beberapa orang tahu bila seseorang muslim dan seorang muslimah telah menikah, bikin satu buah keluarga baru.
Jadi untuk Antum yang belum menikah, sesuaikanlah walimah dengan kemampuan finansial. Jangan sampai berlebih-lebihan. Dan semoga tidak ada lagi pengantin yang menangis saat malam pertama lantaran terbebani biaya walimah dan tak ada pemuda yang menahan-nahan pernikahan dengan alasan tidak kuat menanggung cost walimah.
Bikin Merinding Bacanya...!!!! Kisah Menangisnya Sang Mempelai Pria Saat Malam Pertama, Sebuah Pelajaran Yang Sangat Berharga Buat Yang Belum Menikah
Reviewed by Unknown
on
07.36
Rating:
Reviewed by Unknown
on
07.36
Rating:

Tidak ada komentar