Ingatlah....!!!! Sebaik Baiknya Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain

Sahabat dunia islam, salam sejahtera untuk kita semuanya semoga Allah SWT memberi senantiasa keberkahan untuk kita semuanya. Jadi manusia yang hidup dalam bermasyarakat pasti kita selalu bersinggungan dengan orang lain. Jadi orang yang berguna untuk orang lain adalah perkara yang begitu dianjurkan oleh agama. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda : 


خَي�'رُ الناسِ أَن�'فَعُهُم�' لِلناسِ 

“Sebaik Baik Manusia Yaitu Yang Paling Berguna Untuk Orang Lain” 

Hadist diatas memberikan kalau Rasullullah menyarankan umat islam selalau melakukan perbuatan baik pada orang yang lain serta mahluk yang beda. Hal semacam ini jadi tanda bagaimana jadi mukmin yang sesungguhnya. Eksistensi manusia sesungguhnya ditetapkan oleh kemanfataannya pada yang beda. Adakah dia bermanfaat untuk orang yang lain, atau jadi demikian sebaliknya jadi parasit buat yang lain. 

Tiap-tiap perbuatan jadi juga akan kembali pada orang yang melakukan perbuatan. Seperti kita Memberi faedah pada orang yang lain, jadi faedahnya juga akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan demikian sebaliknya. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman : 

إِن�' أَح�'سَن�'تُم�' أَح�'سَن�'تُم�' لِأَن�'فُسِكُم�' 

“Jika kalian melakukan perbuatan baik, sebenarnya kalian melakukan perbuatan baik untuk diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra : 7) 

Sudah pasti faedah dalam hadits ini begitu luas. Faedah yang disebut bukan hanya faedah materi, yang umumnya diwujudkan berbentuk pemberian harta atau kekayaan dengan jumlah spesifik pada orang yang lain. Faedah yang dapat diberi pada orang yang lain dapat berbentuk : 

Pertama Pengetahuan, baik pengetahuan agama ataupun pengetahuan umum/dunia ; 
Manusia dapat memberi manfaat pada orang yang lain dengan pengetahuan yang dipunyainya. Baik itu pengetahuan agama ataupun pengetahuan umum. Bahkan juga, seorang yang mempunyai pengetahuan agama lalu diajarkannya pada orang yang lain serta membawa manfaat untuk orang itu dengan datangnya hidayah kepada-Nya, jadi ini yaitu keberuntungan yang begitu besar, semakin besar dari unta merah sebagai lambang kekayaan orang Arab. 

Pengetahuan umum yang di ajarkan pada orang yang lain juga adalah bentuk manfaat sendiri. Terutama bila dengan pengetahuan itu orang yang lain memperoleh life skill (ketrampilan hidup), lantas dengan life skill itu ia memperoleh nafkah untuk fasilitas beribadah serta menafkahi keluarganya, lantas nafkah itu juga anaknya dapat sekolah, dari sekolahnya si anak dapat bekerja, menghidupi keluarganya, dan sebagainya, jadi pengetahuan itu jadi pahala jariyah baginya. 

“Jika seorang wafat jadi terputuslah amalnya terkecuali tiga hal ; shadaqah jariyah, ilmu 
yang faedah, serta anak shalih yang mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim) 

Ke-2 Materi (Harta/Kekayaan) 

Manusia dapat juga memberi faedah pada sesamanya dengan harta/kekayaan yang ia miliki. Memiliki bentuk dapat berbagai macam. Pada umumnya keluarkan harta di jalan Allah itu dimaksud infaq. Infaq yang harus yaitu zakat. Serta yang sunnah umum dimaksud shodaqah. Memberi manfaat harta dapat juga dengan pemberian hadiah pada orang yang lain. Pasti, yang nilai kemanfaatannya semakin besar yaitu yang pemberian pada orang yang paling memerlukan. 

Ke-3 Tenaga/Ketrampilan 

Bentuk manfaat selanjutnya yaitu tenaga. Manusia dapat memberi manfaat pada orang yang lain dengan tenaga yang ia punyai. Umpamanya bila ada perbaikan jalan kampung, kita bias memberi manfaat dengan turut bergotong royong. Saat ada pembangunan masjid kita dapat menolong dengan tenaga kita juga. Waktu ada tetangga yang kesusahan dengan problem kelistrikan sesaat kita mempunyai ketrampilan dalam hal tersebut, kita dapat juga membantunya serta memberi manfaat dengan ketrampilan kita. 

Ke-4, Sikap yang baik 

Sikap yang baik pada sesama termasuk juga manfaat. Baik manfaat itu merasa segera maupun tidak segera. Jadi Rasulullah SAW memasukkan senyum pada orang yang lain jadi shadaqah karna memiliki kandungan unsur manfaat. Dengan senyum serta sikap baik kita, kita sudah mensupport terwujudnya lingkungan yang baik serta kondusif. 

Makin banyak seorang memberi ke-5 hal diatas pada orang yang lain -tentunya orang yang tepat- jadi makin tinggi tingkat kemanfaatannya untuk orang yang lain. Makin tinggi manfaat seorang pada orang yang lain, jadi ia makin tinggi tempatnya jadi manusia menuju “manusia terbaik”. 

mari kita belajar dari penggalan cerita dikisahkan pada kami Muhammad bin Abdurrahman Asy-Syafii, berkata pada kami Al-Qasim bin Hasyim As-Samsar, ia berkata : sudah bercerita pada kami Abdurrahman bin Qais Adl-Dlibbi, ia berkata : sudah bercerita pada kami Sukain bin Siraj, berkata pada kami Amr bin Dinar, dari Ibnu Umar kalau seseorang lelaki datang pada Rasulullah SAW, jadi ia ajukan pertanyaan : “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling disayangi Allah? Serta apakah amal yang paling disayangi Allah azza wa jalla? ” Rasulullah SAW bersabda : “Orang yang paling disayangi Allah yaitu orang yang paling berguna untuk orang lain…” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir li Ath-Thabrani juz 11 hlm. 84). Wallahu a’lam* 

Mudah-mudahan berguna
Ingatlah....!!!! Sebaik Baiknya Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain Ingatlah....!!!! Sebaik Baiknya Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain Reviewed by Unknown on 18.43 Rating: 5

Tidak ada komentar